KONPIRAN 2015

 KONPIRAN 2015

KRITERIA CALON KETUA UMUM

PC IPM BUNGKAL PERIODE MUSYCAB XIX

 

 

PASAL 1 : IDEOLOGI

  1. Taat pada agama berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah
  2. Setia pada garis perjuangan persyarikatan Muhammadiyah dan IPM
  3. .
  4. .

PASAL 2 : INTELEKTUALITAS

  1. Memiliki visi kepemimpinan di tingkat daerah
  2. Pendidikan minimal SMA/SMP atau yang sederajat
  3. Mempunyai 1 atau lebih prestasi di bidang akademik
  4. Mampu membaca, menulis Al-Quran dengan baik dan benar
  5. .

PASAL 3 : PERSONALITAS

  1. Sanggup menjalankan amanat organisasi secara optimal
  2. Dapat menjadi teladan yang baik bagi anggotanya dan masyarakat
  3. Menjunjung tinggi kaidah organisasi
  4. Memiliki kemampuan melakukan relasi social
  5. Mampu membangun jaringan eksternal
  6. Bersedia untk tidak pacaran selama menjalankan tugas
  7. Bersedia menunda menikah selama menjalankan amanat organisasi
  8. .

PASAL 4 : ADMINISTRASI

  1. Telah menjadi anggota IPM dibuktikan dengan adanya Kartu Tanda Anggota (KTA) IPM
  2. Berdomisili di ponorogo
  3. Telah mengikuti perkaderan utama minimal tingkat cabang
  4. Berusia maksimal 23 tahun saat Musycab XIX dan belum menikah serta tidak pacaran
  5. Tidak merangkap jabatan dalam organisasi yang segmentasinya sama dengan IPM
  6. Tidak merangkap jabatan di partai politik
  7. Pernah duduk di pengurus IPM minimal di tingkat ranting serta berwawasan cabang
  8. Memahami pola pengkaderan IPM dan pernah mengikuti pelatihan dan atau pertemuan tingkat cabang
  9. Bersedia menyampaikan visi dan misinya baik dalam bentuk tulisan maupun lisan
  10. .

 

 

RANCANGAN TATA TERTIB PROSESI

PEMILIHAN KETUA UMUM PC IPM BUNGKAL

PERIODE MUSYCAB XIX

  1. Panitia Pemilihan Cabang (Panlihcab) adalah Panitia Pemilihan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bungkal periode Musycab XVII – XIX sejumlah 7 orang yang terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris, dan 5 orang anggota yang ditetapkan dalam Konferensi Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah pada tanggal Juni 2015 di Bungkal dengan susunan sebagai berikut :

Ketua                     :

Sekretaris              :

Anggota                 : 1.

                                 2.

                                 3.

                                 4.

                                 5.

  1. Calon Ketua Umum sementara adalah calon Ketua Umum PC IPM Bungkal Periode musycab XIX yang dicalonkan oleh PC IPM dan PR IPM dengan ketentuan sebagai berikut :
  2. Personal PC IPM mencalonkan …… orang
  3. PR IPM mencalonkan …… orang
  4. Calon tetap adalah calon sementara yang menyatakan kesediannya dan telah memenuhi kriteria sebagai calon Ketua Umum periode musycab XIX
  5. Hak dan Kewajiban calon Ketua Umum PC IPM adalah sebagai berikut :
  6. Mendapatkan fasilitas anggaran musycab dan perlakuan yang sama oleh Panlihcab
  7. berhak mengikuti seluruh rangkaian acara musycab XIX sebagai peninjau yang hak dan kewajibannya diatur dalam tata tertib Musycab XIX
  8. Berhak mendapatkan media dan waktu yang disediakan oleh Panlihda untuk menyampaikan visinya tentang IPM Bungkal masa yang akan datang
  9. Berkewajiban menyampaikan visi IPM Bungkal masa depan pada waktu dan media yang disediakan oleh Panlihcab
  10. Pemilih adalah peserta musycab IPM Bungkal
  11. Keanggotaan pemilih tercatat dalam daftar pemilih dan tidak dapat diwakilkan kepada anggota lain
  12. Sistem dan tatacara pemilihan

Sistem Pemilihan Ketua Umum PC IPM Bungkal periode Musycab XIX terdiri dari 2 tahap pemilihan :

Tahap I      : Pemilih memilih calon Ketua Umum

Tahap II     : Pemilih memilih Ketua Umum PC IPM Bungkal periode Musycab XIX

  1. Proses Pemilihan Tahap I
  2. Pemilih memilih 3 orang dari calon Ketua Umum yang telah ditetapkan
  3. 3 orang yang mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan tahap I berhak mengikuti prosesi pemilihan tahap II
  4. Proses Pemilihan Tahap II
  5. Pemilih memilih satu orang calon Ketua Umum PC IPM Bungkal periode Musycab XIX
  6. Satu orang calon yang mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan secara otomatis menjadi Ketua Umum PC IPM Bungkal Periode Musycab XIX dan sekaligus menjadi ketua formatur.

v Tatacara Pemilihan

  1. Pemilhan Tahap I
  2. Pemilihan dilaksanakan secara LUBER dan JURDIL
  3. Pemilih memilih 3 dari calon Ketua Umum dari DCT (daftar calon tetap), dengan cara mencontreng nomor atau nama calon pada kartu pemilih yang telah disediakan oleh Panlihcab serta telah dibubuhi stempel oleh Panlihda
  4. Tiap peserta memiliki satu hak suara (one man one vote)
  5. Suara dinyatakan batal jika tidak memenuhi ketentuan diatas
  6. Perhitungan dilakukan oleh Panlihda dengan disaksikan oleh sedikitnya 3 orang wakil dari Pimpinan Ranting
  7. Pemilihan Tahap II
  8. Pemilhan dilaksanakan secara LUBER dan JURDIL
  9. Pemilih memlih satu orang calon Ketua Umum dengan mencontreng nomor atau nama calon pada kartu pemilih yang telah disediakan oleh Panlihda serta telah dibubuhi stempel oleh Panlihcab
  10. Tiap peserta memiliki satu hak suara (one man one vote)
  11. Suara dinyatakan batal jika tidak memenuhi ketentuan diatas
  12. Perhitungan dilakukan oleh Panlihcab dengan disaksikan oleh sedikitnya 3 orang wakil dari Pimpinan Ranting
  13. Apabila dalam proses pemungutan suara terdapat jumlah suara yang sama diperingkat paling bawah, dilakukan pemilihan ulang terhadap jumlah suara yang sama
  14. Panlihda berhak memutuskan sanksi bagi calon dan pemilih jika diketahui menyalahi ketentuan yang sudah diatur
  15. Ketentuan sanksi sebagaimana dalam point 9 diatur oleh Panlihcab
  16. Hal-hal tekhnis yang belum diatur dalam proses pemilihan ini menjadi hak dan kewajiban Panlihcabuntuk mengaturnya

Ditetapkan di ………………….., Bungkal

Pada tanggal…………….………1436 H

Bertepatan dengan tanggal …………….……….. 2015 M

Pimpinan Sidang

Ketua,

…….……………………………..

Sekretaris,

…………………………………

Anggota

………………………………………….

.

RANCANGAN TATA TERTIB PROSESI

PEMILIHAN FORMATUR PC IPM BUNGKAL

PERIODE MUSYCAB XIX

  1. Panitia Pemilihan Cabang (Panlihcab) adalah Panitia Pemilihan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Bungkal peride Musycab XVII – XIX sejumlah 7 orang yang terdiri dari seorang ketua, seorang sekretaris, dan 5 orang anggota yang ditetapkan dalam Konferensi Pimpinan Ranting ikatan Pelajar Muhammadiyah pada tanggal ………………….. 2015 di Bungkal dengan susunan pada tata tertib pemilihan calon ketua umum
  2. Calon Ketua Umum sementara adalah calon Ketua Umum PC IPM Bungkal Periode Musycab XIX yang dicalonkan oleh PC IPM dan PR IPM dengan jumlah maksimal 10 orang
  3. Calon tetap adalah calon sementara yang menyatakan kesediannya dan telah memenuhi kriteria sebagai calon Pimpinan PC IPM Ponorogo periode Musycab XIX
  4. Hak dan Kewajiban calon Ketua Umum PC IPM Bungkal adalah sebagai berikut :
  • Berhak mengikuti seluruh rangkaian acara Musycab XIX yang hak dan kewajibannya diatur dalam tata tertib Musycab XIX
  1. Pemilih adalah peserta musycab IPM Bungkal
  2. Keanggotaan pemilih tercatat dalam daftar pemilih dan tidak dapat diwakilkan kepada anggota lain
  3. Sistem dan tatacara pemilihan

Sistem Pemilihan calon formatur PC IPM Bungkal periode Musycab XIX terdiri dari 3 tahap pemilihan :

Tahap I      : Pemilih memilih calon pimpinan dari daftar calon tetap (DCT)

Tahap II     : Pemilih memilih tim formatur sebanyak 6 orang

Tahap III    : Tim formatur memilih dan menyusun PC IPM Bungkal periode Musycab XIX

  1. Proses Pemilihan Tahap I
  2. Pemilih memilih 12 orang dari calon formatur yang telah ditetapkan
  3. 12 orang yang mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan tahap I berhak mengikuti prosesi pemilihan tahap II
  4. Proses Pemilihan Tahap II
  5. Pemilih memilih tim formatur PC IPM Bungkal periode Musycab XIX
  6. Satu orang calon yang mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan secara otomatis menjadi sekretaris formatur
  • Tatacara Pemilihan
  1. Pemilhan Tahap I
  2. Pemilihan dilaksanakan secara LUBER dan JURDIL
  3. Pemilih memilih12 dari calon formatur dari DCT (daftar calon tetap), dengan cara mencontreng nomor atau nama calon pada kartu pemilih yang telah disediakan oleh Panlihcab serta telah dibubuhi stempel oleh Panlihcab
  4. Tiap peserta memiliki satu hak suara (one man one vote)
  5. Suara dinyatakan batal jika tidak memenuhi ketentuan diatas
  6. Perhitungan dilakukan oleh Panlihcab dengan disaksikan oleh sedikitnya 3 orang wakil dari Pimpinan Ranting
  7. Pemilihan Tahap II
  8. Pemilhan dilaksanakan secara LUBER dan JURDIL
  9. Pemilih memlih 7 orang calon formatur dari DCT dengan mencontreng nomor atau nama calon pada kartu pemilih yang telah disediakan oleh Panlihcab serta telah dibubuhi stempel oleh Panlihcab
  10. Tiap peserta memiliki satu hak suara (one man one vote)
  11. Suara dinyatakan batal jika tidak memenuhi ketentuan diatas
  12. Perhitungan dilakukan oleh Panlihcab dengan disaksikan oleh sedikitnya 3 orang wakil dari Pimpinan Ranting
  • Sistem Pemilihan dan Penyusunan PC IPM Bungkal periode Musycab XIX
  1. Pemilihan dilaksanakan dengan musyrawarah untuk mufakat
  2. Pemilihan dan penyusunan dihadiri oleh anggota tim formatur dengan dipimpin oleh ketua formatur
  3. Ketua dan sekretaris tim formatur melaporkan hasil penyusunan kepada sidang pleno musycab, minimal sudah menentukan Sekretaris Umum PC IPM Bungkal periode Musycab XVIII – XIX serta melengkapi paling lambat 1 bulan stelah berakhirnya Musycab XIX

Apabila setelah 1 bulan tim formatur belum berhasil melengkapi penyusunan, maka hak melengkapi beralih kepada PC IPM Bungkal yang telah terpilih dan telah disosilisasikan dalam pleno Musycab XIX

  1. Apabila dalam proses pemungutan suara terdapat jumlah suara yang sama diperingkat paling bawah, dilakukan pemilihan ulang terhadap jumlah suara yang sama
  2. Panlihda berhak memutuskan sanksi bagi calon dan pemilih jika diketahui menyalahi ketentuan yang sudah diatur
  3. Ketentuan sanksi sebagaimana dalam point 9 diatur oleh Panlihcab
  4. Hal-hal tekhnis yang belum diatur dalam proses pemilihan ini menjadi hak dan kewajiban Panlihcab untuk mengaturnya

Ditetapkan di …………………………, Bungkal

Pada tanggal……………..……1436 H

Bertepatan dengan tanggal ………… ….……..2015 M

Pimpinan Sidang

Ketua,

…….……………………………..

Sekretaris,

…………………………………

Anggota

……………………………………

TIM VERIFIKASI KEUANGAN

  1. Tim Verifikasi keuangan PC menjelang akhir jabatan PC IPM periode Musycab XIX sejumlah 5 orang yang terdiri dari 2 orang anggota dari PC IPM ditambah dengan 3 orang anggota dari PR IPM yang ditetapkan oleh Konferensi Pimpinan Ranting(KONPIRAN) pada tanggal ………Juni 2015 di Belang, Bungkal, Susunan Tim Verifikasi adalah sebagai berikut :

Ketua         :

Sekretaris  :

Anggota     : 1.

                    2.

                   3.

  1. Tim Verifikasi bertanggungjawab kepada PC IPM Bungkal dan selanjutnya berkewajiban melaporkan dan menjelaskan hasil pemeriksaannya di forum Musycab XIX
  2. Tim Verifikasi bekerja berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh PC IPM Bungkal
  3. Mekanisme kerja Tim Verifikasi diserahkan sepenuhnya kepada hasil musyawarah Tim Verifikasi

PENETAPAN CEMPAT MUSYCAB XIX

            Musyawarah Cabang adalah permusyawaratan teringgi IPM di tingkat Cabang yang dalam pelaksanaannya memerlukan sarana pendukung yang berupa tempat pelaksanaan. Dalam hal iniuntuk menentukan tempat Musycab perlu ditawarkan ke seluruh PC IPM se-Bungkal guna memperoleh beberapa calon tempat Musycabyang memenuhi criteria sebagai berikut :

  1. Memiliki kepengurusan IPM yang jelas
  2. Mempunyai tawaran tempat Musycab (Konkret: lokasi) dengan syarat:
  3. Memiliki kelayakan public
  4. Mampu manampung peserta dalam jumlah yang besar
  5. Fasilitas tempat (kamar istirahat, MCK, penerangan, ruang sidang, ruang pembukaan, dll) memadai dan mencukupi
  6. Mampu menyediakan SDM untuk panitia local sebagai pelaksana teknis baik selama persiapan berlangsung maupun ketika musycab berlangsung
  7. Daerah tersebut bebas dari konflik
  8. Mendapat rekomendasi dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah setempat
  9. Membantu kebutuhan pendanaan Musycab dengan aturan dan kesepakatan bersama PC IPM
  10. Ranting – ranting yang mencalonkan atau dicalonkan sebagai tempat Musycab wajib menyerahkan proposal yang mendeskripsikan kesiapan PR IPM setempat selambat-lambatnya 2 bulan setelah ketentuan ini disepakati. Boleh disertaitawaran acara pendukung Musycab
  11. Ranting yang telah menyerahkan proposal kesediaan selanjutnya akan di survey oleh tim PC IPMBungkal
  12. Penetapan tempat Muscab akan diambil melalui mekanisme pertemuan dengan PR IPM (pleno diperluas) setelah mendengar penjelasan tim survey PC IPM Bungkal minimal 3 bulan sebelum sebelum pelaksanaan Musycab berlangsung

Demikian aturan ini dibuat demi kelancaran dan kesuksesan Musycab IPM XIX mendatang. Ranting yang

mencalonkan atau dicalonkan sebagai tempat Musycab XIX , antara lain:

  1. …………………………………….
  2. …………………………………….
  3. …………………………………….
  4. …………………………………….
  5. …………………………………….
Iklan

Sejarah Penerapan Syariat Islam DI ACEH

Ala Inoeng Voenna

Bab 1

Pendahuluan

Nanggroe Aceh Darussalam di kenal dengan sebutan seramoe mekkah (serambi mekkah). Nafas islam begitu menyatu dalam adat budaya orang Aceh sehingga aktifitas budaya kerap berazaskan islam. Contoh paling dekat adalah pembuatan rencong sebagai senjata tradisional di ilhami dari Bismillah. Seni tari-tarian seudati konon katanya berasal dari kata syahadatain, dua kata untuk meresmikan diri menjadi pemeluk islam.

Saat syariat islam secara kaffah dideklarasikan pada tahun 2001, pro dan kontra terus bermunculan sampai sekarang. Keterlibatan pemerintah dituding ada unsur politik untuk memblokir bantuan Negara non muslim terhadap kekuatan GAM ( gerakan Aceh merdeka ). Nada-nada sinis kerap terdengar seperti “ pue payah awak jawa jak peu islam tanyoe, ka dari jameun uroe jeh tanyoe ka islam” (kenapa harus pemerintah pusat / jawa yang mengislamkan orang Aceh, sedari zaman dulu Aceh adalah islam).

Ciri khas budaya dan sikap kontra yang diperagaka melahirkan pertanyaan sejak kapan syariat islam sudah berlaku di…

Lihat pos aslinya 3.557 kata lagi

BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan

Puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam. Firman Allah I :

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. “(Al-Baqarah:  183).

Sabda Nabi r.

Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji ke Baitul Haram. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah I telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.

Firman Allah I dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi r:

“Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua  kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Dan sabda Nabi r:

Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ”  (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini:

  1. Mengimani dengan benar akan kewajiban ini.
  2. Mengharap pahala karenanya di sisi Allah I.
  3. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil.
  4. Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi r, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi r
    Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
  5. Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do’a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi r:
    Barangsiapa mendirikan shalat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, do’a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do’a kita.

  1. Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.
  2. Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah I memenangkan Rasul-Nya, sehingga umat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah r menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, sehingga Makkah pun menjadi negeri Islam.
  3. Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para setan diikat.

Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah I dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih, semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung.

Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang –semoga Allah menunjukinya- mungkin berpuasa tetapi  tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, maupun zakat. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi r:
Jibril datang kepadaku dan berkata,  ‘Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya) “‘ Lihat kitab An Nasha i’hud Diniyyah, him. 37-39.

Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, do’a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam bagi para hamba Allah I, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan.

Juga wajib menjaga anggota badan dari segala dosa, seperti berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan makan yang haram agar puasanya menjadi bersih dan diterima serta orang yang berpuasa memperoleh ampunan dan pembebasan dari api Neraka.

Tentang keutamaan Ramadhan, Rasulullah r bersabda:

‘”Aku melihat seorang laki-laki dari umatku terengah-engah kehausan, maka datanglah kepadanya puasa bulan Ramadhan lalu memberinya minum sampai kenyang ” (HR. At-Tirmidzi, Ad-Dailami dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dan hadits ini hasan).

Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum ‘at lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan. ” (HR.Muslim).

Jadi hal-hal yang fardlu ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar, yaitu perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, mencaci kedua orang tua, memutuskan hubungan kekeluargaan, transaksi dengan riba, mengambil risywah (uang suap), bersaksi palsu, memutuskan perkara dengan selain hukum Allah I.

Seandainya tidak terdapat dalam bulan Ramadhan keutamaan-keutamaan selain keberadaannya sebagai salah satu fardhu dalam Islam, dan waktu diturunkannya Al-Qur’anul Karim, serta adanya Lailatul Qadar -yang merupakan malam yang lebih balk daripada seribu bulan- di dalamnya, niscaya itu sudah cukup. Semoga Allah I melimpahkan taufik-Nya.  Lihat kitab Kalimaat Mukhtaarah, hlm. 74 – 76.

surat permohonan dana IPM

Nomor  : C.1-XIII/PC.IPM-032/2015                                                                   Ponorogo, 20 Dzulhijjah 1435 H
Lamp.   : Proposal                                                                                                             14 Oktober   2015 M
Hal       : Permohonan Dana
Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Saudara Donatur
Untuk :
Di
    Ponorogo
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ba’da salam, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah – Nya kepada kita dalam mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi. Amien.
Perlu kami sampaikan bahwa Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo akan mengikuti Muktamar XIX besok pada :
Hari                : Jum’ai s/d rabu
Tanggal           : 14 s/d 19 Oktober 2014
Tempat           : Gedung Asrama Haji Jakarta
Sehubungan dengan hal tersebut Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo bermaksud untuk mendelegasikan 4 peserta pada acara tersebut, adapun rincian dana untuk pemberangkatan  sebagai berikut :
SWP Rp. 150.000,- x 4 peserta                        Rp. 600.000,-
Transport PP Rp.100.000,- x 4 peserta             Rp. 400.000,-+
Jumlah                                                          Rp. 1.000.000,-
Terbilang : ”Satu juta rupiah”
Maka dari itu kami mohon kepada Bapak/Ibu/Saudara untuk berkenan memberikan bantuan dana demi lancarnya acara tersebut.
Demikian surat  ini kami sampaikan atas perhatian dan terkabulnya permohonan ini disampaikan terima kasih.
 
Nuun walqolami wamaa yasthuruun
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Ketua Umum,
 
MUHAMMAD JOKO
                       NBA. 13. 02. 35953
Sekretaris Umum,
ARIFAH IDIAWATI
NBA.-